Embung Geblog

Embung Geblog Resmi Beroperasi, Andalan Petani Hadapi Musim Kemarau

Embung Geblog Resmi Beroperasi, Andalan Petani Hadapi Musim Kemarau
Embung Geblog Resmi Beroperasi, Andalan Petani Hadapi Musim Kemarau

JAKARTA - Embung Geblog yang terletak di Desa Geblog, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, resmi mulai beroperasi pada Senin, 23 Selasa, 24 Februari 2026.

Peresmian ini dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menandai keberhasilan pembangunan fasilitas air yang ditargetkan untuk meningkatkan ketahanan pertanian di wilayah tersebut.

Dengan total anggaran Rp5,7 miliar yang bersumber dari APBD Jawa Tengah 2025, embung memiliki kapasitas tampung 18.143 meter kubik, cukup untuk menyuplai air bagi 30 hektare lahan perkebunan. Komoditas unggulan yang akan mendapat manfaat dari embung ini meliputi durian, kopi, alpukat, serta berbagai jenis palawija.

Pembangunan embung menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk menghadapi musim kemarau, yang setiap tahun menimbulkan kesulitan air bagi petani. Keberadaan embung ini juga menjadi simbol nyata dukungan pemerintah terhadap produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan komoditas lokal.

Manfaat Embung bagi Produktivitas dan Aktivitas Petani

Ketua Kelompok Tani Wahyu Mulyo Dusun Bugel, Suyadi, menyampaikan apresiasi atas pembangunan embung tersebut. Ia menuturkan bahwa sebelum embung hadir, petani harus mengambil air dari sungai dengan jarak antara 1 hingga 3 kilometer untuk kebutuhan irigasi. Kondisi ini tentu menyulitkan, khususnya bagi petani di wilayah Gandon, Kemloko, dan Kemiri, yang harus menanggung waktu dan tenaga lebih banyak.

Dengan embung yang telah beroperasi, petani dapat memperoleh akses air yang lebih mudah dan efisien. 

Hal ini memungkinkan mereka menjaga kesehatan tanaman, meningkatkan produktivitas panen, dan menurunkan biaya operasional. Selain itu, embung juga membantu mengurangi ketergantungan petani pada sumber air sungai yang sering mengalami fluktuasi debit.

Fungsi embung tidak hanya terbatas pada irigasi. Fasilitas ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM warga setempat, seperti kuliner, penginapan sederhana, dan wahana rekreasi. Dengan demikian, keberadaan embung diharapkan memberi manfaat ganda, baik ekonomi maupun sosial.

Embung sebagai Kunci Swasembada Pangan dan Ketahanan Air

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pembangunan embung merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Ia menekankan bahwa irigasi yang handal menjadi kunci utama peningkatan produktivitas pertanian, sekaligus menjaga kualitas panen dan mencegah gagal panen akibat kekeringan.

Dengan kapasitas yang dimiliki, Embung Geblog dapat menjadi cadangan air strategis selama musim kemarau. Hal ini penting untuk menjaga kontinuitas produksi komoditas unggulan Temanggung, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Selain itu, keberadaan embung diharapkan mendorong pengembangan sistem irigasi terpadu, termasuk pembentukan kelompok pengelola air di tingkat desa. Pendekatan ini memungkinkan distribusi air lebih merata dan adil, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.

Dampak Sosial-Ekonomi Embung bagi Komunitas Lokal

Keberadaan embung tidak hanya berfokus pada aspek pertanian, tetapi juga berdampak positif pada sosial-ekonomi masyarakat. 

Petani kini tidak lagi menempuh jarak jauh untuk memperoleh air, sehingga menghemat waktu dan tenaga. Efisiensi ini meningkatkan produktivitas, yang pada gilirannya berdampak pada pendapatan rumah tangga.

Selain itu, embung membuka peluang bagi pengembangan UMKM lokal. Air yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk pengolahan hasil pertanian dan hortikultura, sehingga menghasilkan produk tambahan yang dapat dipasarkan. Hal ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya pengelolaan embung yang partisipatif, melibatkan kelompok tani dan masyarakat. Dengan cara ini, pemanfaatan air menjadi lebih efisien, berkelanjutan, dan adil bagi seluruh warga yang bergantung pada sumber daya tersebut.

Strategi Pemprov Jateng Memperluas Jaringan Embung

Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana menambah jumlah embung di berbagai wilayah, dengan target ideal satu embung untuk dua kecamatan. Strategi ini bertujuan memperkuat ketahanan air dan pangan daerah, terutama di wilayah yang rawan kekeringan.

Penambahan embung diharapkan mendorong peningkatan produktivitas komoditas unggulan, menstabilkan harga pangan, dan mengurangi risiko gagal panen. Selain itu, pengelolaan air yang lebih baik juga memberi dampak positif bagi UMKM dan aktivitas ekonomi lokal.

Pemerintah provinsi berkomitmen untuk menjadikan embung sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang. 

Pendekatan ini mengintegrasikan aspek teknis, sosial, dan ekonomi agar manfaatnya dirasakan secara maksimal oleh masyarakat. 

Embung Geblog menjadi contoh nyata bagaimana investasi infrastruktur irigasi dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mendukung swasembada pangan, dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal di Kabupaten Temanggung.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index