Menag

IKN Sambut Ramadan, Menag Dijadwalkan Isi Tausiyah Tarawih

IKN Sambut Ramadan, Menag Dijadwalkan Isi Tausiyah Tarawih
IKN Sambut Ramadan, Menag Dijadwalkan Isi Tausiyah Tarawih

JAKARTA - Ramadan tahun ini menjadi momentum penting bagi kawasan Ibu Kota Nusantara. 

Untuk pertama kalinya, Masjid Negara IKN akan difungsikan secara resmi sebagai pusat ibadah Ramadan. Pada hari kedua puasa, Menteri Agama Republik Indonesia dijadwalkan hadir sekaligus mengisi tausiyah tarawih di masjid tersebut.

Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan mulai difungsikan untuk ibadah Ramadan tahun ini. Menteri Agama Republik Indonesia dijadwalkan mengisi tausiyah sekaligus menghadiri pelaksanaan tarawih pada hari kedua puasa.

Kepastian tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag) R Muhammad Syafi’i saat meninjau langsung kesiapan Masjid Negara IKN.

“Bapak Menteri Agama akan mengisi tausiyah tarawih pada hari kedua Ramadan di sini (Masjid Negara IKN). Ini sebagai bagian dari penguatan syiar dan kebersamaan umat,” ujar Wamenag yang akrab disapa Romo Syafi’i.

Kesiapan Fungsional Masjid Negara IKN

Dalam kunjungan tersebut, Wamenag memastikan progres pembangunan masjid telah rampung secara fungsional dan siap digunakan untuk menyambut Ramadan yang tinggal menghitung hari. Ia menegaskan momentum ini menjadi langkah awal penguatan aktivitas keagamaan di kawasan ibu kota baru.

Kehadiran Menteri Agama pada pelaksanaan tarawih hari kedua puasa dipandang sebagai simbol dimulainya aktivitas ibadah skala besar di kawasan tersebut. Selain sebagai tempat salat berjamaah, masjid ini juga diharapkan menjadi pusat syiar dan kegiatan umat.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nusanthyasto, yang turut mendampingi kunjungan, menyatakan bahwa Masjid Negara IKN sudah dapat digunakan untuk kegiatan ibadah.

“Saat ini kami memastikan kelengkapan fasilitas di dalamnya agar dapat mendukung pelaksanaan ibadah selama Ramadan,” jelas Bimo.

Penguatan Syiar dan Kebersamaan Umat

Agenda tausiyah tarawih oleh Menteri Agama menjadi bagian dari penguatan syiar di lingkungan IKN. Pemerintah ingin memastikan bahwa pembangunan ibu kota baru tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembentukan kehidupan sosial dan spiritual masyarakatnya.

Momentum Ramadan dipilih karena bulan suci ini identik dengan peningkatan aktivitas ibadah dan kebersamaan. Dengan adanya tausiyah langsung dari Menteri Agama, diharapkan masyarakat yang beraktivitas di IKN dapat merasakan atmosfer religius yang kuat sejak awal Ramadan.

Wamenag menekankan bahwa kehadiran pimpinan Kementerian Agama di Masjid Negara IKN merupakan wujud komitmen untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan umat di kawasan strategis nasional tersebut.

Rangkaian Kegiatan Ramadan di Kawasan IKN

Selama bulan suci, Otorita IKN juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung di sekitar kawasan masjid. Di antaranya bazar Ramadan, pengajian, serta safari Ramadan untuk menghadirkan suasana kebersamaan bagi masyarakat yang beraktivitas di IKN.

Kegiatan tersebut dirancang agar kawasan Masjid Negara IKN tidak hanya menjadi lokasi ibadah formal, tetapi juga pusat interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga. Bazar Ramadan, misalnya, akan menghadirkan pelaku usaha untuk mendukung kebutuhan berbuka puasa dan sahur.

Pengajian dan safari Ramadan diharapkan menjadi sarana memperluas jangkauan dakwah sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat yang kini mulai bermukim atau bekerja di kawasan ibu kota baru.

Kunjungan Wamenag dan Simbol Harmoni

Kunjungan Wamenag diawali dengan salat subuh berjamaah di Masjid Negara, dilanjutkan kultum, serta mendengarkan paparan progres pembangunan Gereja Katolik dan pengembangan ekosistem kawasan IKN. Agenda ditutup dengan penanaman pohon di Plaza Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol harmoni dan keberlanjutan.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya menitikberatkan pada satu aspek, melainkan mengedepankan prinsip keberagaman dan keseimbangan. Paparan mengenai pembangunan Gereja Katolik menjadi bagian dari gambaran ekosistem kawasan yang inklusif.

Penanaman pohon di Plaza Bhinneka Tunggal Ika menegaskan komitmen terhadap nilai persatuan dan keberlanjutan lingkungan. Simbol tersebut sejalan dengan semangat Ramadan yang mengajarkan kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial.

Dengan difungsikannya Masjid Negara IKN pada Ramadan tahun ini serta dijadwalkannya Menteri Agama untuk mengisi tausiyah tarawih hari kedua puasa, kawasan ibu kota baru memulai babak penting dalam penguatan identitas spiritualnya. 

Momentum ini menjadi penanda bahwa aktivitas keagamaan telah berjalan beriringan dengan pembangunan fisik IKN, sekaligus menghadirkan ruang ibadah representatif bagi masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index