Petani

LDC Indonesia Perkuat Ketahanan Petani Kopi Melalui Pertanian Regeneratif SCI

LDC Indonesia Perkuat Ketahanan Petani Kopi Melalui Pertanian Regeneratif SCI
LDC Indonesia Perkuat Ketahanan Petani Kopi Melalui Pertanian Regeneratif SCI

JAKARTA - Industri kopi di tanah air kini tengah berada di persimpangan jalan antara tuntutan produktivitas dan ancaman perubahan iklim yang kian nyata. Di tengah tantangan mutu yang tidak seragam dan degradasi kualitas lahan, muncul sebuah paradigma baru dalam pengelolaan perkebunan yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memulihkan alam. Melalui pendekatan yang komprehensif, para petani kopi kini dibekali dengan perisai ganda: teknik budidaya yang ramah lingkungan untuk masa depan lahan, serta perlindungan finansial dari ketidakpastian cuaca. Langkah ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa setiap butir kopi yang dihasilkan dari tanah Indonesia tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi mereka yang menanamnya.

Transformasi Pertanian Regeneratif Lewat Stronger Coffee Initiative

Budidaya kopi di Indonesia masih banyak menghadapi tantangan, sehingga produktivitasnya rendah dengan mutu yang tidak standar. Hal ini mendorong Louis Dreyfus Company (LDC) mengambil inisiatif membantu petani kopi level up. Fokus utama perusahaan adalah mengubah cara pandang petani dari sekadar mengeksploitasi lahan menjadi menjaga keberlanjutan ekosistem perkebunan mereka.

LDC menggunakan pendekatan pertanian regeneratif untuk membuat petani kopi naik kelas yang dikemas dalam program Stronger Coffee Initiative (SCI). Menariknya program ini bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga bertujuan memulihkan lanskap perkebunan kopi sehingga menjadi perkebunan yang berkelanjutan. LDC telah bekerja sama dengan petani kopi Indonesia sejak tahun 2015 untuk memperkenalkan dan memperluas penerapan praktik pertanian regeneratif, dengan tujuan memperkuat ketahanan lahan pertanian, memulihkan kesehatan tanah, dan mendukung produktivitas jangka panjang.

Tiga Pilar Utama Peningkatan Kesejahteraan Petani

Dalam pelaksanaannya, SCI tidak bergerak secara tunggal, melainkan melalui kerangka kerja yang terstruktur guna menyasar aspek-aspek paling fundamental dalam rantai pasok kopi. Fokus program ini mencakup dimensi sosial, lingkungan, dan ekonomi secara simultan.

“Stronger Coffee Initiative berfokus pada tiga pilar, yakni peningkatan kesejahteraan petani, produksi kopi rendah karbon, serta penerapan pertanian regeneratif untuk memperbaiki kualitas tanah,” ungkap Chintara Diva Tanzil, Country Program Manager, Stronger Coffee Initiative, LDC Indonesia di Jakarta, Kamis 12 Februari 2026. Melalui pertanian regeneratif, inisiatif ini bertujuan untuk melestarikan dan memulihkan lanskap perkebunan kopi bagi generasi petani masa kini dan mendatang, dengan menerapkan program intervensi terstruktur dan dapat diperluas di tingkat kebun, khususnya dalam kesehatan tanah, konservasi keanekaragaman hayati, dan stabilitas produksi.

Layanan Teknis Inklusif dan Peran Generasi Muda

Metode pendampingan yang diterapkan LDC di Indonesia mengedepankan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat kebun, termasuk perempuan dan pemuda. Kegiatan ini mencakup praktik agroforestri, Sekolah Lapang Petani (Farmer Field Schools) yang inklusif gender, serta layanan teknis yang dipimpin oleh generasi muda (Farmer Assistance and Support Team - FAST).

Tim FAST berperan penting dalam membantu petani menerapkan hasil pelatihan secara langsung di lahan mereka, sehingga meningkatkan hasil panen dan pendapatan melalui pendampingan teknis serta dukungan layanan dan produk yang meningkatkan produktivitas. Hingga akhir tahun 2025, inisiatif ini telah menjangkau lebih dari 20.000 petani kopi di Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Aceh melalui kombinasi pelatihan agronomi, layanan pendampingan di tingkat kebun, serta kemitraan.

Mitigasi Karbon dan Perlindungan Asuransi Perubahan Iklim

Menghadapi tantangan perubahan iklim yang ekstrem, LDC Indonesia juga memperkenalkan jaring pengaman sosial dan lingkungan yang lebih kuat. Sebagai upaya mewujudkan pilar pertanian regeneratif, LDC Indonesia menggandeng Pandawa Asri Indonesia untuk mengurangi jejak karbon dari kimia sintetik yang dipakai oleh petani. Hal ini dilakukan guna mendukung terciptanya produk kopi yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, untuk melindungi para petani dari risiko perubahan iklim LDC Indonesia juga berkolaborasi dengan Blue Marble pada program asuransi perubahan iklim (Parametric Climate Insurance). Dengan program ini para petani kopi bisa lebih tenang dalam menghadapi anomali cuaca yang sering kali merugikan hasil panen. Kolaborasi ini menjadi bentuk perlindungan konkret terhadap ketidakpastian iklim yang kian sulit diprediksi oleh pola tanam tradisional.

Dampak Nyata Klaim Asuransi bagi Petani Lokal

Keberadaan asuransi parametrik ini telah memberikan dampak nyata bagi stabilitas ekonomi rumah tangga petani di daerah-daerah terdampak cuaca ekstrem. Ini seperti yang dirasakan oleh salah satu petani Solihin yang merupakan perwakilan petani kopi asal Lampung Utara. Ia mengungkapkan bahwa curah hujan di Lampung Utara cukup tinggi dan bisa mempengaruhi produktivitas.

“Jadi berdampak sekali bagi petani kopi. Yang kami rasakan sekarang itu buah kopi kami rontok. Alhamdulillah kami telah menerima klaim asuransi, ini sangat membantu kerugian modal kami sebagai petani kopi,” ungkap Solihin. Pengalaman Solihin membuktikan bahwa integrasi antara teknologi pertanian regeneratif dan perlindungan finansial adalah formula yang efektif untuk menjaga ketahanan petani kopi Indonesia. Dengan target jangkauan yang telah melampaui 20.000 petani hingga akhir 2025, LDC Indonesia terus berkomitmen untuk memastikan masa depan industri kopi nasional yang lebih hijau dan sejahtera.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index