Strategi Mengatur SPKLU untuk Pengisian Mobil Listrik Saat Mudik

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:20:50 WIB
Strategi Mengatur SPKLU untuk Pengisian Mobil Listrik Saat Mudik

JAKARTA - Musim mudik Lebaran 2026 diprediksi akan semakin ramai dengan kehadiran kendaraan listrik. 

Penjualan mobil elektrifikasi yang terus meningkat sepanjang tahun lalu menandai perubahan signifikan dalam pola mobilitas masyarakat. Perkembangan ini sekaligus menghadirkan tantangan baru, terutama terkait pengaturan pengisian daya kendaraan di rest area tol yang jumlahnya terbatas.

Pada musim mudik sebelumnya, pemerintah mengimbau pemilik kendaraan listrik untuk membatasi waktu istirahat di rest area maksimal 30 menit guna menghindari kemacetan di titik-titik rawan kepadatan. 

Kebijakan ini kemungkinan akan kembali diterapkan tahun ini, sehingga pengendara mobil listrik harus merencanakan pengisian daya dengan strategi matang.

Fast charging atau ultra-fast charging memang mampu mempercepat pengisian, tetapi waktu optimal tetap bergantung pada kapasitas baterai, jenis kendaraan, dan kondisi baterai saat pengisian. 

Bahkan, untuk pengisian standar (AC charging), waktu yang dibutuhkan bisa mencapai dua jam atau lebih. Dalam kondisi arus mudik tinggi, antrean panjang di SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) sangat mungkin terjadi.

Persiapan Rute dan Titik Pengisian

Kunci kelancaran perjalanan adalah perencanaan rute dan lokasi SPKLU. Sebelum berangkat, pemudik sebaiknya memetakan rute perjalanan secara detail, termasuk titik pengisian di rest area tol maupun lokasi alternatif di luar tol.

Pemanfaatan aplikasi navigasi yang menampilkan SPKLU secara real-time akan membantu pemudik mengetahui jenis charger (AC atau DC fast charging) dan status ketersediaannya. Dengan riset awal, pengendara dapat menghindari situasi darurat akibat baterai menipis tanpa titik pengisian terdekat.

Selain itu, memperkirakan waktu pengisian dan potensi antrean menjadi langkah penting. Walaupun klaim pabrikan menyebut pengisian 20–80 persen dapat dicapai dalam waktu kurang dari satu jam, kondisi ideal jarang terjadi pada saat puncak mudik. 

Menambahkan estimasi waktu tunggu akibat antrean akan membantu mengatur jadwal perjalanan secara realistis. Strategi terbaik adalah mengisi baterai saat kapasitas masih 30–40 persen, bukan menunggu hingga kritis.

Menyiapkan Rencana Cadangan

Perjalanan jauh selalu menyimpan variabel tak terduga. Oleh karena itu, pemudik perlu menyiapkan rencana alternatif, termasuk identifikasi SPKLU cadangan di luar rest area utama, pemanfaatan penginapan yang menyediakan fasilitas charging, serta pertimbangan kendaraan konvensional apabila infrastruktur pengisian terbatas.

Membawa power bank untuk perangkat elektronik penting juga menjadi tambahan strategi. Langkah-langkah ini akan meminimalkan risiko perjalanan terhambat akibat keterbatasan infrastruktur, sekaligus memastikan pemudik tetap bisa mengatur waktu istirahat sesuai imbauan pemerintah.

Optimalisasi Pengisian dan Manajemen Energi

Sebelum berangkat, pastikan baterai mobil listrik terisi penuh (100 persen). Kondisi ini memberikan jarak tempuh maksimal di awal perjalanan dan mengurangi frekuensi berhenti di SPKLU. Semakin sedikit ketergantungan pada pengisian di rest area utama saat arus puncak, semakin efisien perjalanan.

Selain itu, pemanfaatan fitur manajemen energi kendaraan listrik modern menjadi faktor penting. Mode berkendara Eco, regenerative braking, dan monitoring konsumsi daya real-time dapat membantu mengoptimalkan efisiensi baterai. 

Pemudik disarankan menghindari kebiasaan yang cepat menguras baterai, seperti pengaturan AC terlalu dingin, akselerasi agresif, dan kecepatan tinggi secara konstan. Gaya berkendara yang lebih halus akan memperpanjang jarak tempuh dan mengurangi ketergantungan pada SPKLU.

Kepatuhan Terhadap Aturan Pemerintah

Pembatasan waktu istirahat maksimal 30 menit di rest area bertujuan menjaga kelancaran arus lalu lintas selama musim mudik. Meski pengisian mobil listrik sering membutuhkan lebih dari 30 menit, pemudik diimbau tetap mematuhi aturan tersebut.

Jika pengisian belum selesai dalam batas waktu, pemudik disarankan melanjutkan perjalanan ke SPKLU berikutnya, asalkan kapasitas baterai masih mencukupi.

Kesadaran kolektif seluruh pengguna jalan baik kendaraan konvensional maupun listrik menjadi kunci kelancaran arus mudik Lebaran 2026. 

Dengan perencanaan matang, strategi pengisian yang tepat, serta kepatuhan terhadap imbauan pemerintah, pengalaman mudik dengan mobil listrik dapat tetap aman, nyaman, dan efisien.

Terkini