Update Harga BBM Pertamina 19 Februari 2026,Cek Daftar Terbaru

Kamis, 19 Februari 2026 | 10:19:35 WIB
Update Harga BBM Pertamina 19 Februari 2026,Cek Daftar Terbaru

JAKARTA - Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia mengalami penyesuaian pada 19 Februari 2026, dengan beberapa jenis bahan bakar mengalami penurunan harga.

Penurunan ini berlaku untuk berbagai jenis BBM non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green. Meskipun demikian, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap mengalami harga yang stabil sejak penyesuaian terakhir pada 2022.

Kebijakan penurunan harga ini berimbas pada perubahan harga BBM di berbagai provinsi di Indonesia. Penurunan harga ini tidak hanya mencerminkan faktor harga minyak dunia, namun juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang lebih baik.

Harga Pertamax dan Jenis BBM Lainnya Turun

Pada tanggal 19 Februari 2026, Pertamina resmi mengumumkan penurunan harga pada beberapa jenis BBM yang mencakup Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green. Penyesuaian ini memberikan dampak positif bagi konsumen yang mengandalkan BBM non-subsidi. Berikut adalah rincian penurunan harga yang terjadi:

Pertamax mengalami penurunan harga sebesar Rp550 per liter. Harga sebelumnya yang tercatat Rp12.350 per liter, kini menjadi Rp11.800 per liter.

Pertamax Turbo turun sebesar Rp700, dari harga semula Rp13.400 per liter menjadi Rp12.700 per liter.

Pertamax Green, varian BBM ramah lingkungan, mengalami penurunan sebesar Rp700 dari harga Rp13.150 menjadi Rp12.450 per liter.

Dexlite yang sebelumnya dihargai Rp13.500 per liter, kini turun sebesar Rp250 menjadi Rp13.250 per liter.

Pertamina Dex (Pertadex) turun sebesar Rp100, dari harga semula Rp13.600 per liter menjadi Rp13.500 per liter.

Penurunan harga ini menjadi kabar gembira bagi konsumen yang mengandalkan BBM non-subsidi, terutama untuk kendaraan pribadi yang menggunakan Pertamax dan Pertamax Turbo.

Harga Pertalite dan Solar Tetap Stabil

Namun, tidak semua jenis BBM mengalami perubahan harga. BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan pada harga yang sama. Sejak penyesuaian terakhir pada tahun 2022, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan harga Biosolar tetap Rp6.800 per liter. 

Kedua jenis BBM ini masih menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi dan transportasi umum.

Kebijakan harga subsidi ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat dengan pendapatan lebih rendah, sehingga harga BBM tetap terjangkau bagi kalangan yang membutuhkan.

Perbedaan Harga BBM Berdasarkan Wilayah

Sebagai informasi, harga BBM bisa berbeda-beda di setiap wilayah di Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti biaya distribusi dan jarak pengiriman. Oleh karena itu, meskipun ada penurunan harga BBM, harga yang berlaku di setiap provinsi bisa berbeda.

Berikut adalah beberapa contoh harga BBM di beberapa provinsi di Indonesia:

Provinsi Aceh:

Pertamax: Rp12.100

Pertamax Turbo: Rp13.000

Dexlite: Rp12.350

Pertamina Dex: Rp13.800

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

Provinsi Sumatera Utara:

Pertamax: Rp13.000

Pertamax Turbo: Rp12.100

Pertamina Dex: Rp13.800

Dexlite: Rp13.550

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

Provinsi Jawa Barat:

Pertamax: Rp11.800

Pertamax Turbo: Rp12.700

Pertamax Green: Rp12.450

Pertamina Dex: Rp13.500

Dexlite: Rp13.250

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

Provinsi DKI Jakarta:

Pertamax: Rp11.800

Pertamax Turbo: Rp12.700

Pertamax Green: Rp12.450

Pertamina Dex: Rp13.500

Dexlite: Rp13.250

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

Provinsi Kalimantan Barat:

Pertamax: Rp12.100

Pertamax Turbo: Rp13.000

Pertamina Dex: Rp14.100

Dexlite: Rp13.850

Pertalite: Rp10.000

Biosolar: Rp6.800

Dari contoh di atas, harga Pertamax bisa bervariasi antara Rp12.100 hingga Rp13.000 tergantung pada provinsi, dengan beberapa daerah seperti Sabang dan Batam yang memiliki harga lebih rendah dibandingkan provinsi lainnya.

Faktor Penyebab Penurunan Harga BBM

Penurunan harga BBM pada bulan Februari 2026 ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain fluktuasi harga minyak dunia yang mengalami penurunan. 

Jika harga minyak dunia turun, maka harga BBM di Indonesia cenderung mengikuti penurunan tersebut, meskipun masih mempertimbangkan biaya distribusi dan konversi mata uang.

Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi faktor penting yang memengaruhi harga BBM. Penguatan nilai tukar rupiah dapat mengurangi beban biaya impor bahan bakar yang dihargai dalam dolar, sehingga harga BBM dapat diturunkan.

Dampak Penurunan Harga BBM terhadap Masyarakat

Penurunan harga BBM, terutama pada Pertamax dan produk non-subsidi lainnya, memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi dan transportasi berbasis bahan bakar non-subsidi. 

Dengan adanya penurunan harga, biaya transportasi dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat lebih hemat biaya.

Bagi sektor logistik dan bisnis transportasi, penurunan harga BBM juga dapat mengurangi biaya operasional, yang pada gilirannya dapat mengurangi harga barang dan meningkatkan daya beli masyarakat. 

Hal ini juga memberikan peluang bagi sektor pariwisata, yang mengandalkan transportasi publik dan perjalanan darat untuk mendukung mobilitas wisatawan.

Harga BBM Berdasarkan Wilayah pada 19 Februari 2026

Aceh:

Pertamax: Rp12.100

Pertamax Turbo: Rp13.000

Pertalite: Rp10.000

Jawa Barat:

Pertamax: Rp11.800

Pertamax Turbo: Rp12.700

Pertalite: Rp10.000

Papua:

Pertamax: Rp12.000

Pertamax Turbo: Rp13.000

Pertalite: Rp10.000

Sulawesi Selatan:

Pertamax: Rp12.100

Pertamax Turbo: Rp13.000

Pertalite: Rp10.000

Penurunan harga BBM yang diumumkan pada 19 Februari 2026 memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik untuk pengguna kendaraan pribadi maupun transportasi publik. 

Dengan harga yang lebih terjangkau, diharapkan beban ekonomi masyarakat dapat lebih ringan, khususnya bagi mereka yang mengandalkan BBM non-subsidi.

Meskipun Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan harga, penurunan harga Pertamax dan jenis BBM lainnya memberikan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan bahan bakar berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif. 

Kebijakan harga ini juga mencerminkan langkah Pertamina untuk menyesuaikan harga BBM dengan kondisi pasar global, sambil tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dan perekonomian nasional.

Dengan adanya penyesuaian ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan energi mereka tanpa terbebani dengan harga BBM yang tinggi.

Terkini